Memasuki dekade kedua Abad 21 ini, setiap negara di dunia menghadapi persoalan yang hampir musykil : tumbuh tanpa merusak lingkungan yang sudah rusak. Paradigma pembangunan lama sudah terbukti keliru karena menyisakan kebangkrutan bagi generasi mendatang (Renner et.al, 2012). Tanpa memperhatikan daya dukung bumi, setiap upaya pembangunan sebagai penciptaan nilai tambah akan berakhir pada bencana lingkungan dan keruntuhan ekonomi (Rosyid,2012).
Krisis ekonomi global saat ini adalah pertanda bahwa bumi sudah diekploitasi melampaui daya dukungnya. Gejala cuaca ekstrem semakin sering muncul mulai dari peningkatan suhu bumi yang rata rata naik 2 derajat sejak revolusi industri di Inggrissekitar 200 tahun lalu hingga angin topan yang terkuat tercatat dengan kecepatan angin mencapai 300 km/jam lebih.
Baca Juga : Pentingnya Bahari Bagi Bangsa Indonesia
Sejak diwacanakannya pertumbuhan berkualitas yang berparadigma ekonomi biru oleh Gunter Pauli pada tahun (2010), menghasilkan model bisnis yang bekerja menciptakan nilai tambah dengan meniru cara ekosistem alam bekerja. Beberapa cirinya adalah zero-waste, menggunakan energi terbarukan, menggunakan teknologi yang rendah energi, inovativ, dan terpenting secara ekonomi menciptakan lapangan kerja.

Gambar : Ilustrasi Keindahan Birunya Laut (sumber : www.pexels.com)
Ancaman langsung terhadap prinsip-prinsip Ekonomi Biru adalah perencanaan pembangunan yang terobsesi pertumbuhan ekonomi belaka, tanpa menghitung daya dukung ekosistem (Rosyid, 2013). Pengurasan sumber-sumber daya alam tak terbarukan seperti pertambangan, terutama minyak bumi, adalah contohnya. Pertanian dan perikanan laut adalah sektor terbarukan yang paling penting dalam menerapkan prinsip-prinsip ekonomi biru sekaligus sebagai upaya rehabilitasi dan konservasi lingkungan.
Indonesia sebagai negara kepualauan bakal terkena dampak besar akibat perubahan cuaca ekstrem dan kenaikan muka laut yang disebabkan oleh pemanasan global ini. Suhu permukaan air laut meningkat dan sebagian Gas Rumah Kaca akan diserap oleh air laut yang menyebabkan pengasaman air laut. Kedua hal ini akan mempengaruhi ekosistem laut dan pesisir, seperti ekosistem karang. Dampaknya pada rantai makanan belum bisa diramalkan. Hampir semua kota kota penting di Indonesia adalah kota pesisir, dan ratusan pulau kecil akan terkena dampak serius. Oleh karena itu, para pemimpin dan perencana pembangunan nasional perlu segera mengadopsi kerangka ekonomi biru.
Baca Juga : Apa Itu Estuari ?
Kerusakan lingkungan disebabkan eksploitasi alam melebihi daya dukungnya yang didorong oleh kepentingan-kepentingan ekonomi konsumtif (Meadows at.al, 1972). Uoaya eksploitasi itu lazim menggunakan teknologi. Implikasi pertama pemanfaatan teknologi adalah ketersediaan energi. Tanpa pasokan energi, setiap perangkat teknologi hanya rongsokan tak berguna. Mari lakukan perubahan untuk upaya penyelamatan keberlangsungan kehidupan harmonis dengan alam pada generasi sekarang dan yang akan datang.
Editor: - Nurul Khairi, Ruang Maritim Indonesia, 2022.